Sumber daya alam merupakan unsur lingkungan yang
terdiri atas sumber daya alam hayati dan non hayati. Sumber daya alam merupakan
salah satu aset yang dapat di manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup
manusia.Dalam memanfaatkan sumber daya alam, manusia perlu pada prinsip
ekoefisiensi. Artinya tidak merusak ekosistem.
Berikut adalah contoh pengolahan sumber daya alam
hayati berupa bahan bangunan yaitu : kayu jati dan kayu mahoni
Kayu jati dapat di gunakan untuk produk mebel.Produk mebel harus mengikuti aturan dalam proses
pembuatannya. Ada beberapa tahapan penting dalam pembuatan sebuah produk mebel
yaitu:
- Logs / Gelondong
Kayu
hasil penebangan disebut logs atau gelondong. dari sini proses pembuatan mebel
berawal. Logs atau sering disebut kayu gelondongan di distribusikan oleh Perhutani
atau penjual kayu rakyat ke pembeli kayu dan pusat penggergajian kayu atau Saw
Mill menggunakan angkutan khusus. Kadang kala beberapa pihak mengupas kulit kayu
logs agar bisa lebih cepat kering selama penyimpanan. hal ini tentu saja
mempengaruhi harga jual dari log itu sendiri.
- Sawmill ( Pabrik Penggergajian Kayu)
Kayu
log / gelondong kemudian dibelah dengan ukuran ketebalan papan sesuai dengan
yang dibutuhkan untuk pembuatan Mebel Minimalis Jati. Proses pembelahan log ini
membutuhkan ketelitian dan pengalaman yang cukup tinggi, para
pengusaha Mebel jepara harus bisa mengatur posisi log dengan gergaji
sawmill sehingga kayu gelondong dapat maksimal dalam penggunaannya dan tidak
banyak terbuang menjadi limbah. Banyak sekali pengusaha Mebel Furniture yang
merugi akibat kurangnya pengalaman dan pengetahuan dalam proses ini.
- Kiln Dry
Setelah
papan kayu di belah di perusahaan saw milling, Papan2 tersebut harus di
keringkan terlebih dahulu sebelum bisa di proses menjadi produk jadi. Ada
beberapa cara dalam pengeringan papan kayu, untuk perusahaan Mebel Jati dengan
kapasitas produksi yang besar biasa menggunakan sistem water heater ataupun
elektrik heater dengan skala ruangan yang besar. namun untuk
pengrajin Mebel dengan skala kecil biasa menggunakan sistem kiln dry/oven
panggang atau batu bara. Masing2 sistem mempunyai keuntungan dan kerugian
tersendiri. Sebelum masuk ke dalam ruangan kiln dry papan2 yang telah di belah
harus di angin2kan di ruangan yang bersirkulasi udara baik dan kering. hal ini
untuk menurunkan resiko kerusakan papan akibat perubahan struktur kayu yang
drastis. proses ini memakan waktu kurang lebih 1 minggu. Setelah itu baru
papan2 kayu bisa di masukkan ke dalam ruangan kiln dry, tentu saja dengan
penataan papan dan pengaturan ruangan tersendiri. hal ini juga membutuhkan
teknik dan pengamatan tersendiri tentang penataan dan berapa lama waktu yang
dibutuhkan untuk menghindari kerusakan papan yang terlalu parah.
- Proses Produksi
Setelah
papan2 kayu kering dari proses kiln dry baru papan2 tersebut bisa di produksi
menjadi produk Mebel Minimalis Jati. Dalam produksi ada beberapa proses yang
harus di lalui antara lain :
Pembahanan
Dalam
proses ini papan2 tersebut di mal / di ukur sesuai dengan kebutuhan dan
kemudian di potong sesuai ukuran dan mal. Selain dari proses pembelahan papan
diatas, proses ini juga beresiko tinggi dalam penggunaan papan yang sia2 (
rendemen / buangan ). Sekali lagi banyak sekali pengusaha Mebel Jati yang
merugi akibat kurang pengalaman dalam proses ini.
Molding
dan Pembentukan
Dalam
proses ini komponen Mebel Jati yang masih mentah dari pembahanan di proses
untuk menjadi komponen dengan bentuk dan ukuran yang sebenarnya. proses ini
juga mencakup proses ukir kayu
Assembling
/ Perakitan
Dalam
proses ini komponen2 dari proses molding di rakit menjadi Mebel Minimalis
Jati yang di inginkan. Tenaga tukang kayu yang berpengalaman di butuhkan dalam
hal ini untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan permintaan konsumen.
Finishing
Dan Packing
Setelah
semua proses produksi dari produk Mebel Minimalis selesai dekerjakan maka
tinggal proses terakhir yaitu pewarnaan atau finishing. Tenaga ahli dalam
bidang pewarnaan mutlak diperlukan disini agar produk yang telah melalui
prosedur produksi yang benar tidak rusak dan sia2. Setelah proses finishing
selesai, Proses packing dan pengiriman bisa di lakukan. Ada beberapa bahan
finishing yang lazim di gunakan dalam pembuatan Mebeljepara, Polyurethane atau
sering di sebut PU ( piyu ) adalah jenis bahan finishing yang paling mahal,
Nitrocellulose Gliscerine ( NC ) adalah bahan finishing yang banyak di gunakan
untuk pesanan kelas export. Melamine adalah bahan yang sering di gunakan dalam
industri
Mebel Furniture Dalam negeri / Lokal. Pembahasan tentang sifat
dan karakter dari beberapa jenis kami bahas dalam jenis bahan finishing untuk
mebel
Ekologi
Sumber daya alam sangatlah penting maka dari itu kita harus bisa menjaga dan
melestarikan semaksimal mungkin agar ekologi dan sumber dayaa alam tetap
terjaga. Kita sebagai penerus bangsa harus sadar akan ekologi sumber daya alam.
Oleh karena itu harus bisa memanfaatkan SDA dengan sebaik baiknya
Sekian
Terima kasih
Brendlit
Eiqiren Purba (15)
Devita
Hardianni Giri (20)
Fitrya
Saydina Ewita Sari A ( 24)
Vanessa
sri Yulia P ( 37)
SMPK 1
Harapan